Banyak pemilik bisnis menganggap pekerjaan selesai setelah website jadi dan sudah online. Padahal website juga perlu dirawat. Server bisa bermasalah, plugin bisa punya celah keamanan, sertifikat SSL bisa kedaluwarsa, dan pihak tidak bertanggung jawab bisa mencoba masuk kapan saja.

Masalahnya, gangguan seperti ini sering tidak langsung ketahuan. Pemilik bisnis baru sadar setelah ada pelanggan yang komplain, peringkat di Google turun, atau website tiba-tiba menampilkan konten yang tidak pernah dibuat.

Artikel ini membahas tanda-tanda website bermasalah, dampaknya bagi bisnis, dan langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk melindunginya.

Tanda-tanda Website Bisnis Sedang Bermasalah

1. Website sering tidak bisa diakses

Jika pelanggan sesekali bilang "websitenya tidak bisa dibuka", bisa jadi website mengalami downtime tanpa Anda ketahui. Penyebabnya bisa server yang kelebihan beban, hosting bermasalah, atau serangan yang membanjiri server dengan trafik.

2. Muncul peringatan "Not Secure" di browser

Peringatan ini biasanya muncul karena sertifikat SSL sudah kedaluwarsa atau tidak terpasang dengan benar. Peringatan seperti ini membuat calon pelanggan ragu, apalagi kalau mereka harus mengisi formulir atau melakukan pembayaran.

3. Ada halaman, link, atau iklan aneh yang tidak pernah dibuat

Ini salah satu tanda website sudah disusupi. Peretas sering menyisipkan halaman spam, link judi online, atau redirect ke situs lain untuk keuntungan mereka.

4. Website tiba-tiba sangat lambat

Website yang mendadak lambat tanpa perubahan apa pun bisa jadi pertanda ada skrip berbahaya yang berjalan di server, atau server sedang menerima trafik mencurigakan.

5. Google menampilkan peringatan atau peringkat turun drastis

Google dapat menandai website yang terindikasi berbahaya. Akibatnya, pengunjung melihat peringatan sebelum masuk, dan website bisa kehilangan posisi di hasil pencarian.

6. Ada akun admin atau aktivitas login yang tidak dikenal

Jika muncul akun pengguna baru yang tidak pernah dibuat, atau ada percobaan login berulang kali, itu tanda seseorang sedang mencoba masuk ke sistem Anda.

Dampaknya bagi Bisnis

Website yang down atau diretas bukan hanya masalah teknis. Dampaknya langsung terasa ke bisnis:

  • Kehilangan calon pelanggan. Pengunjung yang gagal membuka website biasanya langsung beralih ke kompetitor.
  • Kepercayaan menurun. Website yang menampilkan peringatan keamanan atau konten aneh membuat bisnis terlihat tidak profesional.
  • Peringkat Google turun. Usaha SEO yang dibangun berbulan-bulan bisa hilang dalam waktu singkat.
  • Risiko kebocoran data. Data pelanggan dari formulir kontak, akun, atau transaksi bisa ikut terancam.
  • Biaya pemulihan. Membersihkan website yang terinfeksi dan memulihkan data biasanya jauh lebih mahal daripada mencegahnya.

Cara Melindungi Website Bisnis

1. Selalu perbarui sistem, tema, dan plugin

Banyak serangan memanfaatkan celah di software versi lama. Pastikan CMS, tema, plugin, dan framework yang digunakan selalu diperbarui ke versi terbaru.

2. Gunakan password kuat dan aktifkan verifikasi dua langkah

Hindari password yang mudah ditebak dan jangan memakai password yang sama di banyak tempat. Jika tersedia, aktifkan verifikasi dua langkah (2FA) untuk akun admin.

3. Batasi akses admin

Berikan akses admin hanya kepada orang yang benar-benar membutuhkannya. Hapus akun yang sudah tidak dipakai, misalnya akun mantan karyawan atau vendor lama.

4. Pastikan SSL aktif dan terpantau masa berlakunya

Sertifikat SSL memiliki masa berlaku. Pasang pengingat atau gunakan sistem monitoring agar SSL tidak kedaluwarsa tanpa disadari.

5. Lakukan backup secara rutin

Backup adalah jaring pengaman terakhir. Simpan cadangan website dan database secara berkala, dan sebaiknya di lokasi terpisah dari server utama.

6. Pantau website secara otomatis

Anda tidak mungkin mengecek website setiap jam secara manual. Karena itu, gunakan layanan monitoring yang bisa memberi tahu Anda begitu website tidak bisa diakses, SSL hampir habis, atau ada perubahan mencurigakan.

Pencegahan Lebih Murah daripada Pemulihan

Keamanan website sering baru diperhatikan setelah terjadi masalah. Padahal dengan pemantauan rutin dan perawatan yang benar, sebagian besar risiko bisa dicegah atau setidaknya diketahui lebih awal, sebelum pelanggan ikut merasakan dampaknya.

Untuk membantu pemilik bisnis menjaga websitenya, Pixarts menghadirkan Pixarts Shield, layanan Website Security & Monitoring yang membantu memantau kondisi website Anda secara berkelanjutan. Dengan begitu, Anda bisa fokus menjalankan bisnis tanpa khawatir website bermasalah diam-diam.

Website Anda pernah down atau terasa ada yang janggal? Konsultasi gratis dengan tim Pixarts untuk mengecek kondisi website bisnis Anda.